SEJARAH PAROKI

Keberadaan Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Babakan tidak bisa dilepaskan dengan Gereja Katolik pertama di Pulau Bali, yaitu Gereja Katolik Paroki Tritunggal Maha Kudus Tuka. Pada waktu Gereja Katolik Paroki Tritunggal Maha Kudus Tuka diresmikan pada tanggal 14 Februari 1934 oleh Mgr. M. Abraham, wilayah Batulumbung, Umategal (Buduk), Padang Tawang dan Babakan masih merupakan stasi yang berada di bawah Paroki Tritunggal Maha Kudus Tuka.

Tanggal 17 September 1940, didirikan kapela pertama di Padang Tawang oleh Pastor Simon Buis, SVD dan Pastor A. De Boer, SVD, namun masih menjadi stasi dari Paroki Tuka.

Bulan Mei 1951 Pastor Gerssel, SVD dan Pastor Apeldorn, SVD mendirikan sebuah gereja kecil di Babakan, di tanah milik I Nengah Gamis. Bangunan gereja masih sederhana dan yang unik terdapat lumbung padi untuk menyimpan derma dari umat. Gereja ini diberi nama pelindung Roh Suci (Roh Kudus).

Antara tahun 1961-1964 Pastor Norbertus Shadeg, SVD membeli dua bidang tanah, 28.30 are, yang dimiliki Pan Dabieg dan I Grejut, di lokasi berdirinya gedung gereja sekarang. dibangunkan gedung gereja, dan diberkati tanggal 8 Desember 1967 oleh Mgr. Dr. Paulus Sani Kleden, SVD.

Tahun 1968 wilayah Babakan, Padang Tawang, dan Pererenan ditetapkan statusnya menjadi paroki dengan nama Paroki Roh Kudus Babakan.

Tentang Arsitektur Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Babakan

Gedung gereja Katolik Paroki Roh Kudus Babakan merupakan salah satu gedung gereja Katolik yang menggunakan arsitektur lokal Bali, baik untuk struktur dan ornamen di dalam maupun di luar gedung gereja, dengan mengadaptasi pola pelataran yang terdapat di pura-pura di Bali, yang terbagi atas 3 area, yaitu :

a. Halaman Depan, pada area halaman depan gereja Katolik Paroki Roh Kudus Babakan, terdapat candi bentar yang menandakan tempat peralihan dari luar (duniawi) ke dalam gereja (area suci).

b. Halaman tengah, sebelum memasuki area halaman tengah gereja terdapat sebuah kori agung yang diletakkan di area halaman luar gereja. Hal ini dikarenakan terbatasnya ruang yang ada sehingga umat memanfaatkan sisa ruang yang ada untuk membangun kori agung tsb. Pada bagian puncak kori agung terdapat salib yang melambangkan tempat peribadatan umat Kristen.
Pada area jaba tengah, terdapat Bale Kul-kul (kentongan) khas Bali, yang dipergunakan untuk memanggil umat pada saat waktu beribadah. Selain itu juga terdapat Pastoran, kantor Dewan Pastoral Paroki, Balai Pemaksan, dan beberapa ruangan lain untuk menunjang kegiatan umat.

c. Ruang Kudus, Bangunan utama gereja merupakan pusat peribadatan umat Kristiani. Secara teologis, struktur bangunan wantilan di Bali, dipandang bisa mewakili simbol Yesus Kristus dan Roh Kudus yang ada dan tinggal di antara manusia dan di dalam hati setiap umat Kristen.
Di dalam gedung gereja, setelah memasuki pintu utama, ada sederetan bangku umat yang terbuat dari blok kayu bentuk memanjang, berderet dari pintu masuk sampai dekat altar. Di depannya terdapat mimbar sabda, tempat Kitab Suci di bacakan dan direngungkan. Kemudian tepat di tengah-tengah area tersuci, terdapat sebuah altar dengan ukiran Bali, sebagai pusat persembahan dan penyembahan umat. Di belakang altar, dibuatkan relief berbentuk gapura berhiaskan ukiran Bali, tempat ditahtakannya Sakramen Mahakudus di dalam tabernakel. Di atas gapura tersebut tedapat patung Yesus disalib, dan ukiran burung merpati sebagai lambang Roh Kudus.

Di dalam gedung gereja sisi kiri, terdapat sebuah patung Bunda Maria yang terbuat dari batu padas, diukuir style Bali. Selain di dalam gereja, Paroki Roh Kudus Babakan juga menyediakan ruang doa Gua Maria Immaculata, yang terdapat di sisi utara gedung gereja.