<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Babakan, Bali</title>
	<atom:link href="http://parokibabakan.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://parokibabakan.com</link>
	<description>Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Babakan, Keuskupan Denpasar - Bali</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Aug 2011 12:39:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>ROH TUHAN</title>
		<link>http://parokibabakan.com/roh-tuhan/</link>
		<comments>http://parokibabakan.com/roh-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 12:37:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>purnawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokibabakan.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Roh Tuhan terlihat dalam kitab Yesaya 61:1 mengacu kepada Kristus yang diurapi oleh Bapa-Nya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Roh Tuhan terlihat dalam kitab Yesaya 61:1 mengacu kepada Kristus yang diurapi oleh Bapa-Nya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokibabakan.com/roh-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentakostah 2011</title>
		<link>http://parokibabakan.com/pentakostah-2011/</link>
		<comments>http://parokibabakan.com/pentakostah-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 02:49:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DPP Komsos</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Paroki]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokibabakan.com/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[ACARA KEGIATAN PAROKI 1. Kerja Bakti Pemaksan Paroki Roh Kudus Babakan pada hari Sabtu/ 11 Juni 2011 &#8211; pk. 14.00 Wita 2. Mebat Pemaksan pada hari Minggu/ 12 Juni 2011 &#8211; pk. 03.00 Dini hari 3. Misa Syukur Pentakostah dan Perayaan Pesta Pelindung Paroki pada hari Minggu/ 12 Juni 2011 &#8211; pk.10.00 Wita 4. Pesta Umat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ACARA KEGIATAN PAROKI</p>
<p>1. Kerja Bakti Pemaksan Paroki Roh Kudus Babakan pada hari Sabtu/ 11 Juni 2011 &#8211; pk. 14.00 Wita</p>
<p>2. Mebat Pemaksan pada hari Minggu/ 12 Juni 2011 &#8211; pk. 03.00 Dini hari</p>
<p>3. Misa Syukur Pentakostah dan Perayaan Pesta Pelindung Paroki pada hari Minggu/ 12 Juni 2011 &#8211; pk.10.00 Wita</p>
<p>4. Pesta Umat pk. 12.00 Wita</p>
<p>Sebagai ungkapan syukur dan kegembiraan seluruh umat, DPP mengundang seluruh keluarga yang tinggal di luar Paroki, dan  berasal dari Paroki Roh Kudus Babakan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokibabakan.com/pentakostah-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PASKAH 2011</title>
		<link>http://parokibabakan.com/paskah-2011/</link>
		<comments>http://parokibabakan.com/paskah-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Apr 2011 07:23:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DPP Komsos</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[photo gallery]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokibabakan.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_294" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://parokibabakan.com/wp-content/uploads/2011/04/DSCF0898.jpg"><img class="size-medium wp-image-294" title="Lihat Salib Suci" src="http://parokibabakan.com/wp-content/uploads/2011/04/DSCF0898-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Penghormatan Salib</p></div>
<div id="attachment_295" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://parokibabakan.com/wp-content/uploads/2011/04/DSCF0896.jpg"><img class="size-medium wp-image-295" title="Lihatlah Salib Suci" src="http://parokibabakan.com/wp-content/uploads/2011/04/DSCF0896-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Penghormatan Salib</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokibabakan.com/paskah-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MINGGU PRAPASKAH V</title>
		<link>http://parokibabakan.com/minggu-prapaskah-v-2/</link>
		<comments>http://parokibabakan.com/minggu-prapaskah-v-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 15:19:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>purnawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokibabakan.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus. Sebelum kita memasuki Pekan Suci dengan Perayaan Minggu Palma (Minggu Daun-daun), hari ini kita merayakan Minggu Prapaskah V. Yesus sebagai puncak karya keselamata Allah dapat dipastikan sudah ada di Yerusalem. Di sinilah Yesus melaksanakan karya dan misiNya, yaitu mengalami penderitaan dan kematianNya. Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus. Injil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Sebelum kita  memasuki Pekan Suci dengan Perayaan Minggu Palma (Minggu Daun-daun),  hari ini kita merayakan Minggu Prapaskah V. Yesus sebagai puncak karya  keselamata Allah dapat dipastikan sudah ada di Yerusalem. Di sinilah  Yesus melaksanakan karya dan misiNya, yaitu mengalami penderitaan dan  kematianNya.</p>
<p>Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Injil  hari ini menunjukkan kepada kita bahwa dalam Yesus Kristus kematian  bukanlah akhir dari segala-galanya. Ia akan mengalahkan kematian itu  yang sekarang dimulainya dengan membangkitkan Lazarus dari kuburnya.</p>
<p>Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Mengenai  kematian kebanyakan orang masih menganggapnya sebagai akhir dari  segala-galanya. Mengapa tidak? Ingat saja Si A. Semasih hidup dia  dikenal sebagai orang yang aktif, kreatif membangun Paroki ini. Orangnya  jujur, disenangi banyak orang, dedikasinya tinggi dan sebagainya.  Tetapi setelah Si A meninggal, umat bagaikan anak ayam kehilangan  induknya. Tidak ada lagi sandaran umat untuk membangun Paroki. Semua  hilang, semua sudah mati dan seterusnya. Maria dan Marta mengalami  pikiran dan perasaan yang sama ketika saudaranya Lazarus meninggal.  Mereka berdua telah berusaha untuk menyelamatkan saudaranya tetapi tidak  berhasil. Bahkan mereka telah berusaha untuk mengirim kabar kepada  Yesus, siapa tahu Yesus bisa menyelamatkan saudaranya. Kematian Lazarus  membuat mereka sangat terpukul. Injil menceritakan bahwa banyak orang  datang untuk menghibur kedua bersaudara yang berduka itu. Apakah mereka  terhibur?</p>
<p>Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Rupanya  peristiwa kematian Lazarus digunakan oleh Yesus untuk mewartakan  mengenai kematian, kebangkitan dan kehidupan yang abadi. Dalam Injil  hari ini justru pada perjalananNya yang terakhir ke Yerusalem menuju ke  tempat di mana Ia melaksanakan puncak karya dan misiNya dari Bapa, yaitu  mengalami penderitaan dan kematianNya, Yesus menunjukkan dengan  gamblang bahwa kematian bukan akhir dari segala-galanya. Ia akan  mengalahkan kematian itu yang sekarang dimulainya dengan membangkitkan  Lazarus dari kuburnya. Dengan itu Ia menjamin pula bahwa kematian tidak  selalu dapat menguasai manusia. Dalam diri Kristus, Lazarus menemukan  kembali kehidupan, biarpun ia sudah mati.</p>
<p>Saudari-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Kebangkitkan  Lazarus menjadi simbol dari kebangkitan yang mulia. Kematian badan  bukanlah suatu akhir, melainkan perubahan dari hidup alam semesta kepada  hidup di dalam Allah sendiri. Hidup di dalam Allah oleh Yesus sering  dikatakan hidup dalam Rumah Bapa. Kita akan berpindah ke suatu suasana  di mana pengharapan dan kehausan kita akan hidup yang sejati terpuaskan.  Dengan membangkitkan Lazarus, Yesus mau menyatakan pula bahwa Dia  menjamin kebangkitkan kita. Ia mengatakan bahwa Ia adalah kebangkitkan  dan kehidupan. Yang percaya kepadaKu tidak akan mati selama-lamanya.  Dengan Yesus Kristus kita dapat mengalahkan kematian. Kita tidak melihat  kematian sebagai momok, tetapi kita melihatnya sebagai suatu isyarat  untuk hidup lebih bermakna dan dengan demikian mempersiapkan diri untuk  hidup yang lebih abadi.</p>
<p>Dengan Kristus kita pun dapat mengalahkan  penderitaan dan kematian. Yaitu menjadikan pola hidup Yesus pola hidup  kita. Bahwa kita hendaknya hidup menurut kehendak Bapa seperti Yesus  hidup menurut kehendak Bqpa, yaitu mengabdi sesama dengan kasih. Bapa  yang membangkitkan Yesus akan membangkitkan kita juga kalau kita hidup  menurut pola hidup Yesus. Oleh karena pengenalan kita akan Yesus Kristus  sudah cukup lama, maka marilah kita hidup menurut pola Yesus yang kita  kenal itu untuk siap selalu berguna dan membantu saudara-saudari kita  dalam kasih. Kesejatian hidup adalah selalu berguna bagi orang lain,  hidup manyama braya semakin inklusif, terbuka untuk siapa saja dan di  mana saja. Amin.</p>
<p>?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokibabakan.com/minggu-prapaskah-v-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MINGGU PRAPASKAH V</title>
		<link>http://parokibabakan.com/minggu-prapaskah-v/</link>
		<comments>http://parokibabakan.com/minggu-prapaskah-v/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 15:13:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>purnawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Paroki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokibabakan.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[MINGGU PRAPASKAH V by Lucius Nyoman Purnawan on Saturday, April 9, 2011 at 11:01pm Your note has been created. Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus. Sebelum kita memasuki Pekan Suci dengan Perayaan Minggu Palma (Minggu Daun-daun), hari ini kita merayakan Minggu Prapaskah V. Yesus sebagai puncak karya keselamata Allah dapat dipastikan sudah ada di Yerusalem. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<h2>MINGGU PRAPASKAH V</h2>
</div>
<div>
<div>by <a href="http://www.facebook.com/luciuspurnawan">Lucius Nyoman Purnawan</a> on Saturday, April 9, 2011 at 11:01pm</div>
</div>
<div>
<div>Your note has been created.</div>
</div>
<p>Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Sebelum  kita memasuki Pekan Suci dengan Perayaan Minggu Palma (Minggu  Daun-daun), hari ini kita merayakan Minggu Prapaskah V. Yesus sebagai  puncak karya keselamata Allah dapat dipastikan sudah ada di Yerusalem.  Di sinilah Yesus melaksanakan karya dan misiNya, yaitu mengalami  penderitaan dan kematianNya.</p>
<p>Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Injil  hari ini menunjukkan kepada kita bahwa dalam Yesus Kristus kematian  bukanlah akhir dari segala-galanya. Ia akan mengalahkan kematian itu  yang sekarang dimulainya dengan membangkitkan Lazarus dari kuburnya.</p>
<p>Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Mengenai  kematian kebanyakan orang masih menganggapnya sebagai akhir dari  segala-galanya. Mengapa tidak? Ingat saja Si A. Semasih hidup dia  dikenal sebagai orang yang aktif, kreatif membangun Paroki ini. Orangnya  jujur, disenangi banyak orang, dedikasinya tinggi dan sebagainya.  Tetapi setelah Si A meninggal, umat bagaikan anak ayam kehilangan  induknya. Tidak ada lagi sandaran umat untuk membangun Paroki. Semua  hilang, semua sudah mati dan seterusnya. Maria dan Marta mengalami  pikiran dan perasaan yang sama ketika saudaranya Lazarus meninggal.  Mereka berdua telah berusaha untuk menyelamatkan saudaranya tetapi tidak  berhasil. Bahkan mereka telah berusaha untuk mengirim kabar kepada  Yesus, siapa tahu Yesus bisa menyelamatkan saudaranya. Kematian Lazarus  membuat mereka sangat terpukul. Injil menceritakan bahwa banyak orang  datang untuk menghibur kedua bersaudara yang berduka itu. Apakah mereka  terhibur?</p>
<p>Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Rupanya  peristiwa kematian Lazarus digunakan oleh Yesus untuk mewartakan  mengenai kematian, kebangkitan dan kehidupan yang abadi. Dalam Injil  hari ini justru pada perjalananNya yang terakhir ke Yerusalem menuju ke  tempat di mana Ia melaksanakan puncak karya dan misiNya dari Bapa, yaitu  mengalami penderitaan dan kematianNya, Yesus menunjukkan dengan  gamblang bahwa kematian bukan akhir dari segala-galanya. Ia akan  mengalahkan kematian itu yang sekarang dimulainya dengan membangkitkan  Lazarus dari kuburnya. Dengan itu Ia menjamin pula bahwa kematian tidak  selalu dapat menguasai manusia. Dalam diri Kristus, Lazarus menemukan  kembali kehidupan, biarpun ia sudah mati.</p>
<p>Saudari-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Kebangkitkan  Lazarus menjadi simbol dari kebangkitan yang mulia. Kematian badan  bukanlah suatu akhir, melainkan perubahan dari hidup alam semesta kepada  hidup di dalam Allah sendiri. Hidup di dalam Allah oleh Yesus sering  dikatakan hidup dalam Rumah Bapa. Kita akan berpindah ke suatu suasana  di mana pengharapan dan kehausan kita akan hidup yang sejati terpuaskan.  Dengan membangkitkan Lazarus, Yesus mau menyatakan pula bahwa Dia  menjamin kebangkitkan kita. Ia mengatakan bahwa Ia adalah kebangkitkan  dan kehidupan. Yang percaya kepadaKu tidak akan mati selama-lamanya.  Dengan Yesus Kristus kita dapat mengalahkan kematian. Kita tidak melihat  kematian sebagai momok, tetapi kita melihatnya sebagai suatu isyarat  untuk hidup lebih bermakna dan dengan demikian mempersiapkan diri untuk  hidup yang lebih abadi.</p>
<p>Dengan Kristus kita pun dapat mengalahkan  penderitaan dan kematian. Yaitu menjadikan pola hidup Yesus pola hidup  kita. Bahwa kita hendaknya hidup menurut kehendak Bapa seperti Yesus  hidup menurut kehendak Bqpa, yaitu mengabdi sesama dengan kasih. Bapa  yang membangkitkan Yesus akan membangkitkan kita juga kalau kita hidup  menurut pola hidup Yesus. Oleh karena pengenalan kita akan Yesus Kristus  sudah cukup lama, maka marilah kita hidup menurut pola Yesus yang kita  kenal itu untuk siap selalu berguna dan membantu saudara-saudari kita  dalam kasih. Kesejatian hidup adalah selalu berguna bagi orang lain,  hidup manyama braya semakin inklusif, terbuka untuk siapa saja dan di  mana saja. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokibabakan.com/minggu-prapaskah-v/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>REDITE PRAPASKAH IV</title>
		<link>http://parokibabakan.com/redite-prapaskah-iv/</link>
		<comments>http://parokibabakan.com/redite-prapaskah-iv/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 13:26:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>purnawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Paroki]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokibabakan.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Semeton sami sane kinasih sajeroning Yesus Kristus. Ngega Ida Sang Hyang sajeroning Yesus Kristus nyantos mangkin kari wenten akeh gagodane, boyo wetu saking jaban iraga kewanten nanging taler saking jeroan iraga sane sering kalewat gede buat tindihin iraga. Yadiastu punika akeh ring iraga nenten uning napi malih ngahadang wiadin nundung gagodane punika. Ah nak cang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semeton sami sane kinasih sajeroning Yesus Kristus.</p>
<p>Ngega Ida Sang Hyang sajeroning Yesus Kristus nyantos mangkin kari wenten akeh gagodane, boyo wetu saking jaban iraga kewanten nanging taler saking jeroan iraga sane sering kalewat gede buat tindihin iraga. Yadiastu punika akeh ring iraga nenten uning napi malih ngahadang wiadin nundung gagodane punika. Ah nak cang ngelodang, ngajanang, nganginang, ngauhang, yang penting hepi. Matajen, marakan, mamitra lan karya jelek lianne masa bodo. Karya jelek sakadi punika sira sane sakitang iraga. Keluarga sami sakit: somah, pianak lan siosan. Iraga uning antuk pakaryan jelek sakadi punika nanging iraga nenten wenten usaha antuk wetu saking gagodan punika malahan semakin menjadi-jadi nyantos maduwe anggehang madijan dijan.</p>
<p>Sameton sami sane kinasih sajeroning Yesus Kristus.</p>
<p>Waosan Injil, cakepan suci iraga rahina mangkin Yohanes midartayang buat iraga indik segerne jatma buta ring penyakit butanne. Sampun seger nanging polih pacokrahan indik sira sane nyegerang, dina sabat dina sane nenten polih nyegerang lan pacokrahan siosan. Indik sire sane nyegerang, inggih punika Ida Sang Hyang Yesus, Guru galang jagat sane maraga nabi. Jatma buta sane segeran Ida Sang Hyang Yesus, boyo kasegeran jasmani kewanten nanging taler kasegeran rohani. Punika sane paling penting. Seger sane jasmani patut metuang urip anyar sajeroning Yesus Kristus. Punika sane kawastanin seger jatma maduwe pangega. Uduh Ratu, tityang ngega I Ratu Putran Widi. Boyo sakadi iraga, iraga polih kasegeran jasmani: operasi berhasil, selamat dari kecelakaan maut, pulih saking struk nyantos sukses ring pakaryan lan siosan buat iraga biasa-biasa wiadin tuah amonto dogen, nenten nahenin iraga merasa ngutang ring Ida Sang Hyang antuk ngaturang suksma ring Ida sane nruwenang kasegeran punika, sane nadosang galang jagate. Yen sameton iraga Hindu patut ipun ngaturang banten gede sane masesari cukup tur nahur patempahan, sasaudan ngupah jangger, nguling celeng baat 80 kilo. Buat iraga Katolik sire uning sasampune iraga polih kasegeran jasmani, kasegeran rohani sane pacang tampekang iraga, dumun iraga biasa maderma pis siyu pis siyu, redite pacang rauh pis limang talie wiadin dasa tali nyantos seket, satus tali. Wiadin a bulan cepok masesari ring duwur altare.</p>
<p>Sameton sami sane kinasih sajeroning Yesus Kristus.</p>
<p>Dados jatma Katolik mangkin nenten sakadi para panglingsir iraga dumun. Akeh tantangan,akeh gagodane nyantos ngembasang mati. Daya juang, semangat, kekuatan, ketangguhan ipun patut anggon iraga dasar tali pengikat paguyuban iraga mangkin antuk terus berjuang nyinahang Kerajaan Widi di jagate. Nenten terus menerus  dados api dalam sekam, manas-manasin satu dengan yang lain. Tugelan, misan, mindon, puik, saling ngae pisuna. Punapi nyin kata dunia.</p>
<p>Sameton sami sane kinasih sajeroning Yesus Kristus.</p>
<p>Ngiring pineh-pinehang malih. Yadiastu dados jatma Katolik akeh tantangan, gagodane. Dumadak gagodan sane sampun akeh punika iraga nenten ngaryaning  gagodan malih sajeroning pamaksakan iraga irika. Ngiring ring masa Prapaskah punika sami-sami metuang karya-karya becik buat nyambut rahina Paskah sane pacang rauh. Sang Hyang Yesus sane druwenang iraga mangda stata ngicen galang jagate miwah manah iraga sami antuk dados switran sayang Ida. Tur dumadak iraga tetap dados nyama braya sayan rahina sayan dados tuladan sameton iraga siosan. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokibabakan.com/redite-prapaskah-iv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MINGGU PRAPASKAH III</title>
		<link>http://parokibabakan.com/minggu-prapaskah-iii/</link>
		<comments>http://parokibabakan.com/minggu-prapaskah-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 13:55:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>purnawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Paroki]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokibabakan.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Bapak Ibu, Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus. Hari ini kita memasuki Minggu Prapaskah III dengan bacaan masing-masing Kitab Keluaran (Kel 17:3-7), Surat Paulus  kepada umat di Roma (Rom 5:2.5-8) dan Injil Yohanes (4:5-42). Bacaan-bacaan tersebut mengajak kita untuk mengenal Allah lebih dekat lagi, mengenai Yesus Kristus sebagai pribadi yang benar-benar menyelamatkan kita. &#8220;Dia benar-benar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bapak Ibu, Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Hari ini kita memasuki Minggu Prapaskah III dengan bacaan masing-masing Kitab Keluaran (Kel 17:3-7), Surat Paulus  kepada umat di Roma (Rom 5:2.5-8) dan Injil Yohanes (4:5-42). Bacaan-bacaan tersebut mengajak kita untuk mengenal Allah lebih dekat lagi, mengenai Yesus Kristus sebagai pribadi yang benar-benar menyelamatkan kita. &#8220;Dia benar-benar Juruselamat dunia&#8221; (Yoh 4:42c).</p>
<p>Bapak Ibu, Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Adalah Leonardus da Vinci seorang pelukis yang sangat terkenal. Dia yang melukis lukisan Perjamuan Terakhir Yesus bersama murid-muridNya yang sudah mensejarah dalam kehidupan kita. Bahkan ada kesan lukisan itu begitu hidup seperti sebuah foto hasil jepretan seorang fotografer. Sampai-sampai ada lelucon, apa yang dilakukan Yesus setelah Perjamuan Terakhir? Jawabannya: foto bersama dengan murid-muridNya. Ketika Leonardus da Vinci hendak melukis Perjamuan Terakhir di Kapela Sixtina di Roma, ia memerlukan model-model untuk melukiskan wajah Yesus dan murid-muridNya. Ketika ia mencari seseorang untuk menjadi model Yesus, katanya ia agak kesulitan menemukannya. Namun sesudah ia MENCARI DAN MENCARI, akhirnya ia bisa menemukan seseorang yang bisa menjadi model bagi Yesus. Selanjutnya cukuplah gampang bagi Leonardus da Vinci untuk menemukan model bagi Petrus, Yohanes, Yakobus dan murid-murid yang lain. Namun ketika ia hendak melukis Yudas Iskariot sekali lagi ia menemukan kesulitan untuk menemukan modelnya. Ia membutuhkan model yang wajah dan sikapnya menunjukkan keserakahan, kebencian, khianat dan sebagainya. Sesudah bertahun-tahun mencari, akhirnya menemukan model itu di suatu ruangan pengadilan. Si terdakwa yang dituduh sebagai pembunuh, penipu dan pengkhianat dapat dijadikan model bagi Yudas. Ketika si penjahat itu dibawa ke Kapela Sixtina dan ketika Leonardus da Vinci sedang melukis wajah Yudas, tiba-tiba penjahat yang menjadi model Yudas itu menangis. Dengan terkejut Leonardus da Vinci menanyakan kepadanya mengapa ia menangis, dengan tersedu ia menjawab: &#8220;Apakah tuan telah melupakan saya?? Beberapa tahun lalu saya juga pernah duduk di sini untuk menjadi model bagi Yesus.</p>
<p>Bapak Ibu, Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Ternyata mengenal seseorang memerlukan suatu proses. Demikian pula untuk mengenal Yesus. Perlu disadari bahwa tidaklah mungkin dalam waktu yang singkat kita dapat menangkap rahasia pribadi Yesus dan artinya bagi kita. Oleh karena kejahatan, kesombongan, keangkuhan, egoisme dan dosa-dosa kita, dari model Yesus yang kenal berubah menjadi model Yudas. Bahkan sesudah sekian lama mengenal Yesus oleh karena tidak mampu menguasai diri, kesejatian diri begitu cepat berubah menjadi model Yudas. Injil hari ini Yesus menyebut diriNya: Air kehidupan yang membawa kesegaran, pelaksana kehendak Bapa, pembawa panen dan Mesias, tentu saja tidak begitu mudah kita pahami dan hayati dalam hidup kita sehari-hari. Kita butuh proses, proses beriman yang semakin mendalam sambil melepaskan diri dari motivasi-motivasi yang kurang sesuai. Dan syukur mengenal pribadi Yesus membawa dampak positif bagi hidup kita. Bahwa hidup kita harus berubah seperti wanita Samaria. Mengenal Yesus tidak hanya berarti tahu tentang Yesus, tetapi berubah menjadi seperti Yesus. Semoga.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokibabakan.com/minggu-prapaskah-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HARI MINGGU PRAPASKAH KEDUA</title>
		<link>http://parokibabakan.com/hari-minggu-prapaskah-kedua/</link>
		<comments>http://parokibabakan.com/hari-minggu-prapaskah-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 14:11:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>purnawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokibabakan.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Bapak Ibu Saudara-saudariku yang terkasih dalam Yesus Kristus. Tidak terasa kini kita sudah memasuki Minggu Prapaskah Kedua. Injil Minggu yang lalu Yesus memberikan kepada kita sepenggal pengalamannya memasuki masa puasa. Bahwa dalam menjalankan masa puasa Yesus tidak luput dari berbagai macam cobaan yang dialami, mulai dari godaan  menyangkut soal perut, kesenangan, kenikmatan sampai dengan godaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bapak Ibu Saudara-saudariku yang terkasih dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Tidak terasa kini kita sudah memasuki Minggu Prapaskah Kedua. Injil Minggu yang lalu Yesus memberikan kepada kita sepenggal pengalamannya memasuki masa puasa. Bahwa dalam menjalankan masa puasa Yesus tidak luput dari berbagai macam cobaan yang dialami, mulai dari godaan  menyangkut soal perut, kesenangan, kenikmatan sampai dengan godaan menyangkut kekuasaan dan kedudukan. Yesus menang. Mengapa Yesus menang? Karena dalam mengatasi berbagai macam godaan itu, Yesus selalu dekat dengan AllahNya. Godaan menyangkut soal perut Yesus bersabda: &#8220;Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dai mulut Allah (Mat 4:4)&#8221;. Godaan menyangkut kesenangan, kenikmatan Yesus bersabda: &#8220;Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu! (Mat 4:7)&#8221;. Godaan menyangkut kekuasaan dan kedudukan Yesus bersabda: &#8220;Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti! (Mat 4:10)&#8221;. Bagaimana dengan kita? Dengan bantuan Allah, kita pasti bisa.</p>
<p>Bapak Ibu Saudara-saudariku yang terkasih dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Dalam masa Prapaskah, masa tobat, masa kita sedang kusuk-kusuknya menjalankan ibadah puasa dan pantang, Injil hari ini mengajak kita lebih jauh merefleksikan hidup kita yang cenderung mengalir begitu saja: bangun &#8211; mandi &#8211; makan &#8211; kerja &#8211; makan &#8211; kerja &#8211; tidur. Bahwa dalam suatu kesempatan bukankah kita pernah merasa berhasil dalam hidup kita. Atau sekurang-kurangnya pernah mengalami kedudukan yang mapan. Mapan karena kekayaan, mapan karena kedudukan, pangkat dan sebagainya. Lihat Petrus, Yakobus dan Yohanes. Ketika mereka diajak naik ke sebuah gunung yang tinggi, Petrus berkata kepada Yesus: &#8220;Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia (Mat 17:4)&#8221;. Orang yang sudah mapan oleh karena kekayaan kerap kali ada kecenderungan, ingin bikin ini ingin bikin itu dan sebagainya. mapan karena kedudukan dan pangkat ada kecenderungan gila hormat dan sebagainya. Dalam situasi seperti itu kita harus ingat Yesus. &#8220;Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia (Mat 17:5b)&#8221;. Dalam terang Roh Kudus teristimewa dalam kekusukan kita menjalankan ibadah puasa dan pantang kita harus tetap memberdayakan kesejatian hidup kita dalam mewujudkan diri. Sebagai pengikut Kristus kita wajib mengambil bahagian dalam sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus. Sebagai makhluk sosial, wajar kalau kita juga punya perhatian kepada sesama kita. Gerak APP yang berbentuk celelengan atau celengan adalah salah satu bukti bahwa kita mau peduli terhadap sesama kita. Amal kasih kepada saudara-saudari kita yang berkekurangan.</p>
<p>Bapak Ibu Saudara-saudariku yang terkasih dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Akhirnya dalam masa Prapaskah yang penuh rahmat ini sadar akan kesejatian diri sebagai murid-murid Kristus dan makhluk yang ada untuk orang lain, kita sudah masuk dalam proses pertobatan. Tobat berarti meninggalkan manusia lama kita, berpikir, berbicara dan bertindak merugikan orang lain masuk dan hidup menjadi manusia baru, berpikir, berbicara dan bertindak demi kemajuan hidup kita bersama, demi Paroki kita yang kita cintai ini. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokibabakan.com/hari-minggu-prapaskah-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RABO ABU 2011</title>
		<link>http://parokibabakan.com/rabo-abu-2011/</link>
		<comments>http://parokibabakan.com/rabo-abu-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 17:03:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>purnawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokibabakan.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Umat Kristiani yang terkasih dalam Yesus Kristus.Dengan merayakan Rabo Abu, kita umat Kristiani mulai memasuki masa Prapaskah, masa Tobat, saat kita menjalani Retret Agung selama 40 hari ke depan. Masa yang penuh rahmat itu  adalah saat yang sangat istimewa bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan berdoa, bertobat, bermatiragadan melakukan karya belas kasih kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Umat Kristiani yang terkasih dalam Yesus Kristus.Dengan merayakan Rabo Abu, kita umat Kristiani mulai memasuki masa Prapaskah, masa Tobat, saat kita menjalani Retret Agung selama 40 hari ke depan. Masa yang penuh rahmat itu  adalah saat yang sangat istimewa bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan berdoa, bertobat, bermatiragadan melakukan karya belas kasih kepada sesama kita guna dapat merayakan Perayaan Paskah nanti dengan gembira tanpa beban.</p>
<p>Dalam kerinduannya untuk memperbaharui praktek-praktek liturgi Gereja, Konstitusi Liturgi 109 menyatakan: &#8220;Dua ciri khas Masa Prapaskah adalah mengenangkan atau mempersiapkan pembaptisan dan membina sikap tobat. Kedua hal ini haruslah diberi penekanan yang lebih besar dalam liturgi dan dalam katekese liturgi. Masa Prapaskah merupakan sarana Gereja dalam mempersiapkan umat beriman untuk merayakan Paskah, sementara mereka mendengarkan Sabda Tuhan dengan lebih sering dan meluangkan lebih banyak waktu untuk berdoa&#8221;.</p>
<p>Masa Prapaskah tahun 2011, Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) KWI mengusung tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) &#8220;Pemberdayaan Kesejatian Hidup: Kesejatian Dalam Mewujudkan Diri&#8221; Dengan tema tersebut, kerangka dasar APP 2011 mengajak kita untuk merefleksikan hal-hal sebagai berikut:</p>
<p>1) Tantangan Kesejatian Dalam Mewujudkan Diri: Sikap Ingat Diri Bertentangan De</p>
<p>ngan Misi Yesus.</p>
<p>Kesejatian Dalam Mewujudkan Diri mengajak kita untuk menampilkan citra Kristus dalam hidup harian kita melalui perkataan, perbuatan serta perjuangkan kita mewujudkan misi Kristus demi kebahagiaan dan kesejahteraan umat seluruhnya. Perwujudan diri yang berorientasi pada diri sendiri dan kelompok menghempaskan sesama dari kehidupan yang damai, bahagia dan sejahtera. Budaya ingat diri membuat kehidupan sesama semakin memprihatinkan. Dan kesempatan membangun kesejatian diri semakin terpuruk oleh situasi yang tidak bersehabat. Sikap ingat diri sangat bertentangan dengan misi Yesus yang ingin menyejahterakan dan menyelamatkan semua orang tanpa pandang bulu. Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan&#8221; (Yoh 10: 10b).</p>
<p>2) Proaktif Dan Terlibat Memperjuangkan Kehidupan Bersama.</p>
<p>Tugas perutusan kita sebagai pengikut Kristus adalah membangun kehidupan diri yang terbuka dan terarah pada terciptanya keadilan, kebenaran, kedamaian dan kebaikan di tengah dunia. Kita wajib bersaksi dengan kata-kata serta perbuatan di manapun kita berada. Dalam diri kita harus tampak manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sejati (Ef 4: 24). Dilandasi semangat kasih kita diharapkan memiliki sikap rela berbagi demi terciptanya pemberdayaan bersama sebagai wujud aktualisasi diri yang sejati. Pemberian diri dalam wujud perkataan, perhatian, perbuatan dan karya pelayanan dalam kehidupan bersama akan semakin menciptakan kesejatian diri yang terbuka untuk pembaharuan diri dalam kebersamaan yang saling melayani dalam kasih persaudaraan. &#8220;Rahmat, damai sejahtera dan kasih kiranya melimpahi kamu&#8221; (Yudas 1: 2).</p>
<p>3) Membangun SikapUntuk Mewujudkan Diri.</p>
<p>Membangun tata kelola kehidupan yang utuh dan terbuka memerlukan kesadaran akan pentingnya pengembangan diri sebagai murid yang menuntut beberapa sikap dasar dari kita:</p>
<p>a. Membangun nurani kemuridan sejati.</p>
<p>b. Belajar berbagi dan bekerjasama.</p>
<p>c. Belajar menggunakan pelbagai karunia dan peluang yang ada.</p>
<p>d. Belajar membangun kehadiran yang unik.</p>
<p>e. Tetap bersemangat dan gembira dalam menjalankan tugas perutusan.</p>
<p>f. Menghidupan dan memberdayakan KBG dalam terang Firman Tuhan dalam kasih</p>
<p>persaudaraan dan azas solidaritas.</p>
<p>PERATURAN MASA TOBAT, PUASA DAN PANTANG</p>
<p>1. Hari dan waktu tobat dalam Gereja Katolik adalah setiap hari Jumat sepanjang ta</p>
<p>hun dan selama 40 hari selama masa Prapaskah (Kan 1250).</p>
<p>2. Semua orang beriman Katolik wajib melakukan tobat demi hukum ilahi. Maka pa</p>
<p>da masa tobat tersebut kita hendaknya secara khusus meluangkan waktu untuk ber</p>
<p>doa secara lebih intensif, menjalankan ibadat dan karya amal kasih, menyangkal di</p>
<p>ri dengan cara melaksanakan kewajiban dengan kasih setia, terutama dengan ber</p>
<p>puasa dan berpantang (Kan 1249). Pantang makan daging dan makanan lainnya</p>
<p>seturut kebiasaan hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, terke</p>
<p>cuali hari Jumat itu jatuh bertepatan dengan hari raya dalam Gereja (Kan 1251).</p>
<p>3. Kita berpantang dan berpuasa pada hari Rabo Abu dan Jumat Agung dalam Pekan</p>
<p>Suci. Pada hari Jumat lainnya dalam masa Prapaskah kita hanya berpantang (Kan</p>
<p>1251) meskipun puasa dianjurkan.</p>
<p>4. Yang diwajibkan berpuasa adalah semua orang yang telah berusia dewasa (genap</p>
<p>18 tahun) hingga awal tahun ke 60 (Kan 1252). Puasa berarti makan kenyang ha</p>
<p>nya dalam sehari untuk tujuan-tujuan rohani dan amal.</p>
<p>5. Yang diwajibkan berpantang adalah semua orang yang telah berusia genap 14 ta</p>
<p>hun ke atas (Kan 1252). Pantang berarti meninggalkan makanan tertentu atau ke</p>
<p>biasaan-kebiasaan tertentu demi tujuan-tujuan rohani dan amal.</p>
<p>SELAMAT MENJALANKAN AKSI PUASA PEMBANGUNAN 2011</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokibabakan.com/rabo-abu-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HOMILI MINGGU BIASA IX TH.A</title>
		<link>http://parokibabakan.com/homili-minggu-biasa-ix-th-a/</link>
		<comments>http://parokibabakan.com/homili-minggu-biasa-ix-th-a/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 01:47:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>purnawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Paroki]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokibabakan.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Semeton sami sane kinasih sajeroning Yesus Kristus. Redite sane kaping siya puniki, sadereng iraga ngarahinin rahina-rahina puasa sane pacang rauh Cakepan Suci mamidartanin iraga indik pisolah boyo raos (NATO = Not Action Talk Only). Iraga ngega indik Cakepan Suci dados Wecanan Panembahan iraga. Nanging dereng sanggup ngubah urip iraga dados maguna buat urip semeton lenan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semeton sami sane kinasih sajeroning Yesus Kristus.</p>
<p>Redite sane kaping siya puniki, sadereng iraga ngarahinin rahina-rahina puasa sane pacang rauh Cakepan Suci mamidartanin iraga indik pisolah boyo raos (NATO = Not Action Talk Only). Iraga ngega indik Cakepan Suci dados Wecanan Panembahan iraga. Nanging dereng sanggup ngubah urip iraga dados maguna buat urip semeton lenan. Punika taler Cakepan Suci punika sabates raraosan kewanten, boyo pisolah sane patut wetuang iraga. Ring Cakepan Suci iraga uning lan ngega indik Ida Sang Hyang: sira Ida, punapi sane kakaryanin buat iraga lan tiosan. Akeh pisan pengajaran sane dereng sanggup ngawetuang pisolah ayu, becik buat iraga semeton iraga.</p>
<p>Waosan Injil Matius mangkin Ida Sang Hyang Yesus ngandika ring para murid Idane: Boyo tuara ja sawatek anake ane bisa nyambat Duh Sang Panembahan, SangPanembahan lantas nyidayang dadi kawulan Ida Sang Hyang Widi Wasa, nanging tuah anake ane saja-saja nglaksanayang pakarsan Ajin Gurune ane di suargan. Minahkadi waosan punika dadosan tamparan wiadin inget pikenet buat iraga sane dereng mampu nglaksanaang Cakepan Suci ring urip sarahina-rahina antuk mapiguna boyo buat urip iraga kewanten nanging buat urip sameton iraga taler. Iraga bangga dados murid Kristus, nanging iraga ngentungang ajaran Ida. Uskup Fulton Sheen nahenin ngandika: Jelma Kristen nerima Kristus nanging ngentungang salib Idane. Bangga dadi jelma Kristen nanging nenten maduwe tanggung jawab lan pangamalan. Cara ngwangun umah di duur tanah biase.</p>
<p>Semeton sami sane kinasih sajeroning Yesus Kristus.</p>
<p>Dados murid Yesus Kristus, boyo iraga wantah ngangkenin Yesus Kristus kewanten, nanging patut taler iraga nginutin pisolah Ida makta karahayuan buat semeton iraga. Dados switra sane sai-sai makta barita ayu, pisolah sane makta kerahajengan buat sameton iraga. Ngiring iraga dados pemaksan sane sayag rahina sayan kapungkur satata guyub</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokibabakan.com/homili-minggu-biasa-ix-th-a/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

